Biar Aku Saja







Dan biar pagi yang bisa sungkan menyembunyikan mentari
aku tetap terjaga meski berulah jua di hati
seakan sesekali memuncak ari mataku ketika pagi
aku padamkan mentari yang berkobar melalui sunyi

tak ada kokok ayam yang menyaut.
satu dua satu dua kaki kaki manusia saja
yang semakin serakah mengais kebahagiaan
aku iri, aku sesekali menyesap sesal pula

biar tak sangkar sempit yang merongrong
namun jiwaku masih meronta di tebing curam
tak ada air untuk ku basuh sebagian kelam
tak ada dik, sesekali saja kau insyaf lalu kau ulangi

mau apalagi , aku sudah hijrah  kemarin
tak ada lagi sekedar menyentuhmu, wahai adik
dengan rindu saja aku coba pertahankan keyakinanku
sesekali saja aku memikirkan betapa beruntung saat itu

coba ku tau, kalau membuatmu diakui adalah keharusan
tak akan ada sesal kemudian, marak sudah lukanya
nian beku dan kaku usai kau pergi
aku yang akan menanggung pilunya dunia

dan engkau kembali saja pada yang kuasa 
dan sepertiga malamku didunia untuk mendoakanmu,

surakarta 23 Februari 2018 00.27

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

TENTANG PENULIS

TENTANG PENULIS
Retno Miranti

Pengikut