Home / Archive for 2018
hey Mom Hey Dad
Aku terlalu menganggap ini mudah
tak seperti malam lain yang terasa cepat
hari ini aku merindukan mereka
entah sekedar memandang mereka bersama
sempat aku membencimu
sempat mengumpat dengan beribu amarah
rasanya hatiku penuh dengan luka
rasanya tak ada ruang selain penat
lalu jika kalian saling membatu
lalu jika kalian saling membela
lantas siap yang benar dan salah
lalu apa diamku tak berarti
apa kalian lupa akua punya hati juga
apa sekoyak ini rasanya patah hati
apa masih ada alasan untuk tetap ada
apa nanti perjuanganku tak sia sia
sedang yang kuperjuangkan tak utuh
aku yang membuatlukaku
aku yang membuat harapan
aku yang bersalah
dan aku yang akan merasa kesepian
aku tak berkorban dengan tangisku
aku tak selalu baik dengan senyuman
aku kadang menjerit dan kesakitan
aku hanya berharap malam selalu lebih riuh daripada erangku
aku harap kalimat penenang lebih mudah meredakanku
tapi saat rindu
aku cuma butuh tak didengar oranglain
tapi saat sendiri
aku hanya ingin oranglain tak khawatir
tapi saat malam
aku hanya tak ingin teringat kalau aku rindu
aku tak mau otaku mengingat itu
aku harap masih ada pengecualian setiap harapan itu ada
aku mau setidaknya sekali saja
mereka memahamiku lebih dari kata-kata
Sejak saat itu hanya emosi yang kadang merasuk terlalu jauh
Sejak aku tau hanya pada aku yang benar memiliki kesalahan
Hanya aku yang memperburuk suasana sekitar
Hanya saja aku takpernah benar-benar mampu utarakan menyerah
Satu lagi kata-kata yang ingin aku bagi
Sejak beberapa hari terlelap dengan lelah
Sampai rasanya buat apa bisa melawan
Sedikit lagi aku sampai pada titik jeraku
Sudah ku bilang antara malam dan pagi
lewat suara desahan tangis yang kadang tak terdengar
lewat penatnya otakku yang kadang memanaskan hati
Satu saja aku minta , kuatkan lah hatiku
semuanya tdak akan bak-baik saja
semuanya akan berjalan sangat mengerikan
lama-lama bukan aku yang berjalan
bukan aku yang berjuang lagi
tapi hanya emosi dan nafsu lagi
sedikit saja beri aku rindu
beri aku sedikit ruang untuk ku
beri aku cara menyambut baru
hanya sesenti waktu untuk terlepas
sejenak saja, dan aku bisa kembali
aku tak mau hilang
aku hanya sudah tak percaya
hanya kehilangan diriku saja
hanya menunggu sampai kapan
terserah
Yang Terjadi
Ada dunia yang sempat aku kira sangat menyenangkan.
ada waktu dimana aku ingin kembali
waktu itu tak akan pernah kembali
kemarin, esok dan seterusnya tetap akan berjalan seperti yang Tuhan gariskan.
manusia tak sepenuhnya tau bagaimana harus bersikap
hanya seperti air mengalir jika tak berotak
lemah sekali dan kadang tanpa isi
seperti kejutan di hari kematian
bila hari ini baik, aku lupa karena apa
dan kalau besok sangat berat aku lupa melakukan apa
bukan karena keadilan Tuhan
bukan karena kasih sayang yang pilih-pilih
kadang baik bagiku untuk menjadi berat
disitulah aku belajar mencari hikmah
kadang begitu berat sehingga aku ingin marah
disitulah aku merasa sangat jatuh
yang terjadi adalah kesadaran untuk menyadarinya
yang terjadi adalah bagaimana kita memahami rasa sakitnya
yang terjadi adalaha bagaimana kita mngatasai rasa sakitnya
dan bukan bagaimana melupakanya
tak ada manusia sempurna. kadang semampunya dia
belum setara dengan kamu.
tak ada yang sama dengan mu, jangan beri dia penyelesaian yang memaksa
tak ada yang tau apa yang terjadi pada diri manusia itu
bahkan ketika tangisnya adalah tangis yang tidak mudah di teteskan
bahkan ketika tawanya mnejadi sangat berharga
bahkan ketika dia tertawa adalah pertahanan yang paling dia kuasai
kita tak tau yang terjadi sekali lagi
Sekedar Menyapa
Pagi Buta saja , menyela waktu untuk menyangga dagu
sesekali kilatan permata lewat tirai terbuka menguasai mata
bahkan kerang berayun tak sekedaa pengusik serakah
lelah layu bunga ditaman belantara.
dua kali deringan lonceng perak bertali kuning
lagi berbunyi begitu meriah bersama sautan suaramu
baiklah aku tak perlu membendung rindu lagi
sayap semakin patah jika air mataku ku sembunyikan disana
besok lagi saja, aku mau menuai kekesalan atas penyesalanku
baik hatimu memburu kebenaran yang tak sesuai dengan kenyataan
itulah harapan yang kau buat,
sebenarnya andai bukan lah sesuatu pemenuhan bagimu
taruhlah semua yang kau namakan rasa kasihan.
dan jangan biarkan itu tumbuh kembali
karna itulah alasanmu untuk meloncengkan pintuku
sekedar menyapa? apa seseorang paling teraniaya berkat sapaan?
kau tanya begitu. dan ku jawab benar !
jadi menyapa bukan sebuah jawaban atas peduli
lenggang saja keluar bumi lainkali
jangan menyapa coba ku kelabuhi kau
sebenarnya kamulah yang merindukanku
biar pantai itu segersang-gersangnya harapan
sepedih-pedihnya jalan menyapa malam
segelisah hati menuju pagi
Biar Aku Saja
Dan biar pagi yang bisa sungkan menyembunyikan mentari
aku tetap terjaga meski berulah jua di hati
seakan sesekali memuncak ari mataku ketika pagi
aku padamkan mentari yang berkobar melalui sunyi
tak ada kokok ayam yang menyaut.
satu dua satu dua kaki kaki manusia saja
yang semakin serakah mengais kebahagiaan
aku iri, aku sesekali menyesap sesal pula
biar tak sangkar sempit yang merongrong
namun jiwaku masih meronta di tebing curam
tak ada air untuk ku basuh sebagian kelam
tak ada dik, sesekali saja kau insyaf lalu kau ulangi
mau apalagi , aku sudah hijrah kemarin
tak ada lagi sekedar menyentuhmu, wahai adik
dengan rindu saja aku coba pertahankan keyakinanku
sesekali saja aku memikirkan betapa beruntung saat itu
coba ku tau, kalau membuatmu diakui adalah keharusan
tak akan ada sesal kemudian, marak sudah lukanya
nian beku dan kaku usai kau pergi
aku yang akan menanggung pilunya dunia
dan engkau kembali saja pada yang kuasa
dan sepertiga malamku didunia untuk mendoakanmu,
surakarta 23 Februari 2018 00.27
Langganan:
Komentar
(
Atom
)
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
TENTANG PENULIS
Retno Miranti



