hey Mom Hey Dad






Aku terlalu menganggap ini mudah
tak seperti malam lain yang terasa cepat
hari ini aku merindukan mereka
entah sekedar memandang mereka bersama

sempat aku membencimu
sempat mengumpat dengan beribu amarah
rasanya hatiku  penuh dengan luka
rasanya tak ada ruang selain penat

lalu jika kalian saling membatu
lalu jika kalian saling membela
lantas siap yang benar dan salah
lalu apa diamku tak berarti

apa kalian lupa akua punya hati juga
apa sekoyak ini rasanya patah hati
apa masih ada alasan untuk tetap ada
apa nanti perjuanganku tak sia sia
sedang yang kuperjuangkan tak utuh

aku yang membuatlukaku
aku yang membuat harapan
aku yang bersalah
dan aku yang akan merasa kesepian

aku tak berkorban dengan tangisku
aku tak selalu baik dengan senyuman
aku kadang menjerit dan kesakitan
aku hanya berharap malam selalu lebih riuh daripada erangku
aku harap kalimat penenang lebih mudah meredakanku

tapi saat rindu
aku cuma butuh tak didengar oranglain
tapi saat sendiri
aku hanya ingin oranglain tak khawatir
tapi saat malam
aku hanya tak ingin teringat kalau aku rindu

aku tak mau otaku mengingat itu
aku harap masih ada pengecualian setiap harapan itu ada
aku  mau setidaknya sekali saja
mereka memahamiku lebih dari kata-kata





Sejak saat itu hanya emosi yang kadang merasuk terlalu jauh
Sejak aku tau hanya pada aku yang benar memiliki kesalahan
Hanya aku yang memperburuk suasana sekitar
Hanya saja aku takpernah benar-benar mampu utarakan menyerah

Satu lagi kata-kata yang ingin aku bagi
Sejak beberapa hari terlelap dengan lelah
Sampai rasanya buat apa bisa melawan
Sedikit lagi aku sampai pada titik jeraku

Sudah ku bilang antara malam dan pagi
lewat suara desahan tangis yang kadang tak terdengar
lewat penatnya otakku yang kadang memanaskan hati
Satu saja aku minta , kuatkan lah hatiku

semuanya tdak akan bak-baik saja 
semuanya akan berjalan sangat mengerikan
lama-lama bukan aku yang berjalan 
bukan aku yang berjuang lagi
tapi hanya emosi dan nafsu lagi 

sedikit saja beri aku rindu
beri aku sedikit ruang untuk ku
beri aku cara menyambut baru
hanya sesenti waktu untuk terlepas
sejenak saja, dan aku bisa kembali

aku tak mau hilang 
aku hanya sudah tak percaya
hanya kehilangan diriku saja
hanya menunggu sampai kapan
terserah

Yang Terjadi





Ada dunia yang sempat aku kira sangat menyenangkan.
ada waktu dimana aku ingin kembali
waktu itu tak akan pernah kembali
kemarin, esok dan seterusnya tetap akan berjalan seperti yang Tuhan gariskan.

manusia tak sepenuhnya tau bagaimana harus bersikap
hanya seperti air mengalir jika tak berotak
lemah sekali dan kadang tanpa isi
seperti kejutan di hari kematian

bila hari ini baik, aku lupa karena apa
dan kalau besok sangat berat aku lupa melakukan apa
bukan karena keadilan Tuhan
bukan karena kasih sayang yang pilih-pilih

kadang baik bagiku untuk menjadi berat
disitulah aku belajar mencari hikmah
kadang begitu berat sehingga aku ingin marah
disitulah aku merasa sangat jatuh

yang terjadi adalah kesadaran untuk menyadarinya
yang terjadi adalah bagaimana kita memahami rasa sakitnya
yang terjadi adalaha bagaimana kita mngatasai rasa sakitnya
dan bukan bagaimana melupakanya

tak ada manusia sempurna. kadang semampunya dia
belum setara dengan kamu.
tak ada yang sama dengan mu, jangan beri dia penyelesaian yang memaksa
tak ada yang tau apa yang terjadi pada diri manusia itu

bahkan ketika tangisnya adalah tangis yang tidak mudah di teteskan
bahkan ketika tawanya mnejadi sangat berharga
bahkan ketika dia tertawa adalah pertahanan yang paling dia kuasai
kita tak tau yang terjadi sekali lagi

Sekedar Menyapa



Pagi Buta saja , menyela waktu untuk menyangga dagu
sesekali kilatan permata lewat tirai terbuka menguasai mata
bahkan kerang berayun tak sekedaa pengusik serakah
lelah layu bunga ditaman belantara. 

dua kali deringan lonceng perak bertali kuning
lagi berbunyi begitu meriah bersama sautan suaramu
baiklah aku tak perlu membendung rindu lagi
sayap semakin patah jika air mataku ku sembunyikan disana

besok lagi saja, aku mau menuai kekesalan atas penyesalanku
baik hatimu memburu kebenaran yang tak sesuai dengan kenyataan
itulah harapan yang kau buat, 
sebenarnya andai bukan lah sesuatu pemenuhan bagimu

taruhlah semua yang kau namakan rasa kasihan. 
dan jangan biarkan itu tumbuh kembali
karna itulah alasanmu untuk meloncengkan pintuku
sekedar menyapa? apa seseorang paling teraniaya berkat sapaan?

kau tanya begitu. dan ku jawab benar !
jadi menyapa bukan sebuah jawaban atas peduli
lenggang saja keluar bumi lainkali
jangan menyapa coba ku kelabuhi kau
sebenarnya kamulah yang merindukanku

biar pantai itu segersang-gersangnya harapan
sepedih-pedihnya jalan menyapa malam
segelisah hati menuju pagi

Biar Aku Saja







Dan biar pagi yang bisa sungkan menyembunyikan mentari
aku tetap terjaga meski berulah jua di hati
seakan sesekali memuncak ari mataku ketika pagi
aku padamkan mentari yang berkobar melalui sunyi

tak ada kokok ayam yang menyaut.
satu dua satu dua kaki kaki manusia saja
yang semakin serakah mengais kebahagiaan
aku iri, aku sesekali menyesap sesal pula

biar tak sangkar sempit yang merongrong
namun jiwaku masih meronta di tebing curam
tak ada air untuk ku basuh sebagian kelam
tak ada dik, sesekali saja kau insyaf lalu kau ulangi

mau apalagi , aku sudah hijrah  kemarin
tak ada lagi sekedar menyentuhmu, wahai adik
dengan rindu saja aku coba pertahankan keyakinanku
sesekali saja aku memikirkan betapa beruntung saat itu

coba ku tau, kalau membuatmu diakui adalah keharusan
tak akan ada sesal kemudian, marak sudah lukanya
nian beku dan kaku usai kau pergi
aku yang akan menanggung pilunya dunia

dan engkau kembali saja pada yang kuasa 
dan sepertiga malamku didunia untuk mendoakanmu,

surakarta 23 Februari 2018 00.27

KAU TAU buah perasaan saat bersamamu



semenjak lalu setelah bepergian di kesenangan
saat itu aku mulai merindu rupa seseorang
begitu enak dipandang dan menenangkan
sesekali cemburu pada sekedar sayang

tau kah semacam ini baru namanya kehilangan
saat ikhlas sulit kali di bayangkan
meriuh sesekali dan kemudian tenang
karena belum ikhlas ada di tangan

karna hanya ada satu kamu
karna hanya ada kamu
dan cuma kamu yang begitu
bukan semua yang ada tapi kamu

haru 


AKU YANG KECIL

AKU
selalu terbangun saat matahari belum tinggi. kandang ayam dan dapur yang menjadi satu menjadi tempat favoritku untuk terlelap kembali. ahhh benar , nikmat sekali hangat yang keluar dari tungku nenek. bisa menghangatkan pagi itu. berkali-kali aku emmandang api sesekali melihat nenek ku yang menyibukan diri dengan biji-biji kedelainya.
saat mengingat itu benar dulu itu, kalau hanya untuk makan dan menyenangkan cucumu ini benar sangat mudah kan nek?
cukup dengan makan dan kehangatan pelukan tiapkali aku akan terlelap. 

" cepat mandi, trus ganti baju berangkat sekolah. sarapan nya telur ya ? mau ?
" iya, berjalan ke kolah (bahasa jawa kamar mandi) dengan sedikit malas kemudian tertegun melihat ayam yang sudah lebih dahulu diberi makan, atau melihat nenek tetangga yang sibuk mencari ranting.
" pengen buang air besar to nak ? kok malah nongkrong disitu? "

kalau belum nenek marah belum juga aku berdiri.
hampir setiap pagi Bibiku yang membantuku bersiap-siap. muali dari baju, bedak, sepatu sampai tas dan sebagainya. dan karna potongan rambutku yang seperti lelaki maka tak perlu waktu lama untuk menyisir dan tak perlu di ikat atau dikepang.

" buruan dimakan , nanti di tinggal lho kalo lama-lama. 
hampir sama dengan anak-anak lainya, saat lauk enak maka waktu makan juga jadi cepat tapi kalau lauk sedang tak enak maka tak jarang jadi malas-malasan. 
Dulu uang 100 rupiah sudah sangat berharga bagiku, 100 rupiah dapat permen 2 dan roti. jika saku ditambah 100 rupiah lagi, bisa beli makan sekenyangnya.

" mau permen coklat? permen asam apa jahe? apa gulali? 

dari banyak makanan yang dijual tapi aku lebih suka bakso. hehehe
itu adalah makanan spesial menurutku. 
Suatu hari aku bosan bermain bongkar pasang ataupun susun kubus, akhirnya aku keluar dan bermain perosotan, tapi sama saja aku bosan. lalu ada ayunan kosong dan langsung saja aku pakai, menurutku ayunan seperti memainkan aliran darahku, terbang itu menyenangkan tapi ketika terjatuh juga lebih menyakitkan. apalagi terjatuh karena tendangan, jelas saja aku ingat waktu itu, walaupun sudah hammpir 16 tahun yang lalu. karena berebut ayunan dengan temanku, 

" gantian dong kamu kan sudah lama !
" aku baru saja memakai ini, carilah permainan lain

lalu karna aku keasyikan dengan ayunan itu, satu hal menyakitkan hehe mungkin akan selalu terkenang dengan  baik oleh otak kita. aku lupa daengan nama temanku itu tapi ketika ayunan ku sudah pelan karna ingin turun dia menendang perut ku, spontan aku terjatuh kebelakang dan kepalaku terlebih dahulu yang menyentuh tanah. fikirku ingin menangis sejadi-jadinya karena memang sakit sekali tapi, karna teman-temanku malah memojokan sipelaku, aku merasa kasihan , toh rasanya tidak sesakit saat jatuh dari pohon mete di kebun. hanya saja sesak sesat diperut membuatku ingin muntah.

kemudian pelau menangis dan minta diantar pulang, tapi akhirnya berhasil dibujuk ibu guru untuk mengikuti kelas terlebih dahulu, aku lupa apakah akhirnya dia meminta maaf atau kita saling berjabat tapi satu hal yang paling kusuka, karna masa kecil adalah dimana kita sangat logis untuk membenci, menangis, menyukai, merasakan sakit dan bahagia kembali. 

hal yang sering kulakukan adalah, malu dan tak pernah ambil pusing siapa yang akan menganggapku karna bagiku, saat nenek ku memberiku makan adalah hal yang sangat berharga dan membahagiakan.
" capek nggak main nya? sini tak pijitin.
" kalo makan yang banyak, di suapin yang cepet kerjaan nenek banyak
" jajan nya di plastik deket meja, ya
" kalo sudah waktunya mandi ambil handuk sama baju ganti, mandinya di kali.(mbelik) sumber air 

bersyukurlah saat kenangan itu belum termakan usia, bersyukurlah saat kamu bisa lenih cepat menggunakan hati untuk merasa berterimaksih dan memaafkan. karna pelajaran apapun yang kita dapatkan disekolah lewat ribuan huruf dan angka akan terkalahkan dengan pelajaran sikap dari orang-orang di sekitar kita.

" Orang itu harus Rajin kalau ingin hidup enak. yang bekerja keras saja kadang masih kesusahan "
- N E N E K-





Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

TENTANG PENULIS

TENTANG PENULIS
Retno Miranti

Pengikut