KAU TAU buah perasaan saat bersamamu



semenjak lalu setelah bepergian di kesenangan
saat itu aku mulai merindu rupa seseorang
begitu enak dipandang dan menenangkan
sesekali cemburu pada sekedar sayang

tau kah semacam ini baru namanya kehilangan
saat ikhlas sulit kali di bayangkan
meriuh sesekali dan kemudian tenang
karena belum ikhlas ada di tangan

karna hanya ada satu kamu
karna hanya ada kamu
dan cuma kamu yang begitu
bukan semua yang ada tapi kamu

haru 


AKU YANG KECIL

AKU
selalu terbangun saat matahari belum tinggi. kandang ayam dan dapur yang menjadi satu menjadi tempat favoritku untuk terlelap kembali. ahhh benar , nikmat sekali hangat yang keluar dari tungku nenek. bisa menghangatkan pagi itu. berkali-kali aku emmandang api sesekali melihat nenek ku yang menyibukan diri dengan biji-biji kedelainya.
saat mengingat itu benar dulu itu, kalau hanya untuk makan dan menyenangkan cucumu ini benar sangat mudah kan nek?
cukup dengan makan dan kehangatan pelukan tiapkali aku akan terlelap. 

" cepat mandi, trus ganti baju berangkat sekolah. sarapan nya telur ya ? mau ?
" iya, berjalan ke kolah (bahasa jawa kamar mandi) dengan sedikit malas kemudian tertegun melihat ayam yang sudah lebih dahulu diberi makan, atau melihat nenek tetangga yang sibuk mencari ranting.
" pengen buang air besar to nak ? kok malah nongkrong disitu? "

kalau belum nenek marah belum juga aku berdiri.
hampir setiap pagi Bibiku yang membantuku bersiap-siap. muali dari baju, bedak, sepatu sampai tas dan sebagainya. dan karna potongan rambutku yang seperti lelaki maka tak perlu waktu lama untuk menyisir dan tak perlu di ikat atau dikepang.

" buruan dimakan , nanti di tinggal lho kalo lama-lama. 
hampir sama dengan anak-anak lainya, saat lauk enak maka waktu makan juga jadi cepat tapi kalau lauk sedang tak enak maka tak jarang jadi malas-malasan. 
Dulu uang 100 rupiah sudah sangat berharga bagiku, 100 rupiah dapat permen 2 dan roti. jika saku ditambah 100 rupiah lagi, bisa beli makan sekenyangnya.

" mau permen coklat? permen asam apa jahe? apa gulali? 

dari banyak makanan yang dijual tapi aku lebih suka bakso. hehehe
itu adalah makanan spesial menurutku. 
Suatu hari aku bosan bermain bongkar pasang ataupun susun kubus, akhirnya aku keluar dan bermain perosotan, tapi sama saja aku bosan. lalu ada ayunan kosong dan langsung saja aku pakai, menurutku ayunan seperti memainkan aliran darahku, terbang itu menyenangkan tapi ketika terjatuh juga lebih menyakitkan. apalagi terjatuh karena tendangan, jelas saja aku ingat waktu itu, walaupun sudah hammpir 16 tahun yang lalu. karena berebut ayunan dengan temanku, 

" gantian dong kamu kan sudah lama !
" aku baru saja memakai ini, carilah permainan lain

lalu karna aku keasyikan dengan ayunan itu, satu hal menyakitkan hehe mungkin akan selalu terkenang dengan  baik oleh otak kita. aku lupa daengan nama temanku itu tapi ketika ayunan ku sudah pelan karna ingin turun dia menendang perut ku, spontan aku terjatuh kebelakang dan kepalaku terlebih dahulu yang menyentuh tanah. fikirku ingin menangis sejadi-jadinya karena memang sakit sekali tapi, karna teman-temanku malah memojokan sipelaku, aku merasa kasihan , toh rasanya tidak sesakit saat jatuh dari pohon mete di kebun. hanya saja sesak sesat diperut membuatku ingin muntah.

kemudian pelau menangis dan minta diantar pulang, tapi akhirnya berhasil dibujuk ibu guru untuk mengikuti kelas terlebih dahulu, aku lupa apakah akhirnya dia meminta maaf atau kita saling berjabat tapi satu hal yang paling kusuka, karna masa kecil adalah dimana kita sangat logis untuk membenci, menangis, menyukai, merasakan sakit dan bahagia kembali. 

hal yang sering kulakukan adalah, malu dan tak pernah ambil pusing siapa yang akan menganggapku karna bagiku, saat nenek ku memberiku makan adalah hal yang sangat berharga dan membahagiakan.
" capek nggak main nya? sini tak pijitin.
" kalo makan yang banyak, di suapin yang cepet kerjaan nenek banyak
" jajan nya di plastik deket meja, ya
" kalo sudah waktunya mandi ambil handuk sama baju ganti, mandinya di kali.(mbelik) sumber air 

bersyukurlah saat kenangan itu belum termakan usia, bersyukurlah saat kamu bisa lenih cepat menggunakan hati untuk merasa berterimaksih dan memaafkan. karna pelajaran apapun yang kita dapatkan disekolah lewat ribuan huruf dan angka akan terkalahkan dengan pelajaran sikap dari orang-orang di sekitar kita.

" Orang itu harus Rajin kalau ingin hidup enak. yang bekerja keras saja kadang masih kesusahan "
- N E N E K-





Perkenalan Ku




Berusia 20 bukan suatu fase yang mudah bagi saya.
menjadi anak sulung perempuan dengan satu adik laki-laki juga bukan pekara yang mudah bagi saya. dan termasuk bagaimana saya menggambarkan diri saya, ternyata memahami diri sendiri tu tidak semudah itu. karna apa yang kita lakukan adalah berkaca pada tiap hal yang telah kita lakukan sebelumnya dan apa yang akan kita capai selanjutnya.
Saya seorang penikmat puisi, bisa berpuisi 
saya seorang mahasiswa dengan keyakinan yang kadang masih mudah untuk di padamkan.
saya mempunyai hobi membaca dan menulis. 
saya bukan orang yang sukar bergaul akan tetapi lebih suka dia, saat perkenalan
saya bisa menjadi manja, egois, rendah hati, tergantung kepentingan yang saya inginkan.
saya belajar di Universitas Slamet Riyadi Surakarta, sejak tahun 2014 menempuh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. 
hal yang mudah bagi saya adalah Lupa dan hal tersulit bagi saya adalah marah.
saya tidak biasa meluapkan perasaan saya yang sesungguhnya melalui sikap saya.
Saya tidak pernah mengklasifikasikan lingkungan seperti apa yang akan menjadi pilihan saya atau yang harus saya tinggali, karna menurut saya dimanapun saya berada saya harus bisa memposisikan dengan kapasitas dan kepentingan saya
hal yang paling berharga bagi saya adalah perasaan syukur, dan orang yang paling berharga yang mengajarkan hal tersebut adalah keluarga saya
saya suka bertemu dengan orang dan lingkungan baru, dan saya lenih suka bekerja di luar ruangan daripada di dalam ruangan.
saya suka semua warna , namun yang paling saya suka adalah biru
hal yang kurang bisa saya jaga adalah mood , 
dan seperti saat saya sedang menulis ini, saya sedang dalam mood yang cukup bagus. dan untuk tulisan-tulisan saya selanjutnya bisa dilihat seperti apa kondisi mood saya 
karna saya cenderung menuliskan apa yang sedang saya rasakan daripada mengungkapkanya lewat lisan.
terimakasih

DIA

Aku ingin mengatakan aku rindu sekali saja , bukan karna kau malu menjadi batu
tapi kesudahan ini cepatlah berlalu
aku ingin sesekali bukan hanya waktu yang menjadikan kita beda
aku harap selalu ada jarak diantara kita
sesekali, sekaligus, aku pernah terluka bukan.
karna mulutmu, dan karna aku rindu
pada apa yang bukan semestinya dirindukan.

bukan sekejap lalu , bukan itu maksudku
bukan dengan kerasnya kepala yang mengganggu
tapi sedikit saja waktu bisa ku tuju
maka akan kuputar pada saaat kita bisa bertemu

sesekali malam perlu tau siapa sebenarnya aku
siapa yang menemaninya menjemput hari baru
kenapa dia bertahan meski terlalu beku
dan mengapa pergi padahal layu dan butuh kamu

sesekali dia menoleh dan ketakutan, terpaku
dan kedua kali nya dia merayu bahkan tak malu
lalu jika aku pergi , maka kau akan rindu
dia, yang namanya bukan sebuah kewajiban untuk ku tau

Retno Miranti

Artikel cinta tanah air

         
Cinta Indonesia dari Tanah Kita.
            Indonesia adalah sebuah Negara agraris yang berkepulauan dari sabang sampa merauke. Dari jumlah pulau yang beribu-ribu, jarak ratusan bahkan jutaan mil yang membentang berbagai kekayaan. Kekayaan alam, budaya, satwa, dan manusia tentunya. Apa benar 70 tahun Indonesia merdeka ? . Saat ribuan orang yang bisa berbicara masih memprotes darn ribuan alam yang diam menderita, serta ribuan rencana besar yang kadang hanya menjadi slogan.
            Bagaimana kita bisa menciptakan perubahan itulah yang selalu di gadang. Coba bayangkan jika hanya satu orang yang berada pada pagelaran sendratari Ramayana,, apa bisa satu orang memerankan banyak karakter secara bersamaan ? tentu tidak. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk Negara kita Indonesia ?
            Ingat kita mempunyai tempat berpijak yang kadang terlupa oleh keinginan menggembara di Negara orang lain. Disinilah dimana kita hendak memuali cinta, memulai tumbuh dan hidup untuk bisa bersaing dengan dunia yang katanya memang sangat keras. Jika di ladang sendiri dipuja orang lain dan membuat iri bangsa tetangga  mengapa kita tak harus bangga dan berlomba-lomba untuk meninggalkanya untuk bangsa asing. Apa salah ? tentu benar pernytaan tersebut. Saat Indonesia akan merdeka seluruh pejuang mati-matian mengumpulakan massa membangun bneteng kuat yang bisa digunakan untuk berlindung, meskipun akhirnya darah dan keringat mereka juga menjadi semen untuk benteng-benteng yang berpondasi semangat kebebasan dan kemerdekaan, namun adanya faham Go Internasional yang kuat mempengaruhi cara pandang yang merupakan alat utama penentuan nasib seseorang  menjadi boomerang bagi kita sendiri. Sudah sukses lalu tergiur dengan kehidupan diluar negeri itulah kenyataanya.
            “Bangsa yang kaya potensi seakan lemah karena lumpuhnya pemerintahan yang berjalan “ apa  benar seperti itu ? kenapa kita hanya memberikan beban jutaan jiwa dan jutaan mil wilayah laut dan darat pada stu gedung orang yang biasa kita caci maki ? “ well done is better than well said ‘ Benyamin Franklin “ dilakukan dengan baik jauh lebih baik daripada dikatakan dengan baik. Jika kita sadar dan mau membuka cermin dan melihat dengan jelasa satu persatu , tentu banyak dari dalam diri kita yang bisa kita perbaiki jika terdapat kekurangan dan mengunakan apa yang bisa berguna bagi orang lain.
            Kita hidup di tanah air yang dimana terdapat banyak adat yang berkembang , banyak system yang berjalan dalam masyarakat. Banyak petuah orangtua yang kadang kita lupakan. Sebagai generasi yang muda kita di tempa dan di godok agar mempunyai ilmu yang banyak dan segudang untuk bekal meraih cita-cita kita. Agar tidak sama dengan cara pikir orange-orang terdahulu, lalu apa guna para eteran yang mempunyai nadi dalam sejarah perjuangan? Indonesia Negara pancasial dengan banyak keragaman namun tetap satu “Bhineka Tunggal Ika “ ada yang baik kita ambil dan ada yang salah kita buang. Sebenarnya ini adalah masalah waktu penggunaanya dan jaman penjajahan mempunyai strategi berjuang sesuai dengan masa itu, dan sekarang kita juga harus mempunyai strategi tempur sesui jaman yang sedang kita hadapi.
            Indonesia slalu di puja-puja akan nusantara yang elok dan indah. Jawa, Kalimantan, sumatera, Bali, Papua, Sulawesi dst. Bangun Indonesia dari tempat mu berpijak, satu tindakan nyata bisa menyelamatkan Negara kita dari penjajahan bangsa lain. Dari korupsi kolusi dan nepotisme akut yang berkepanjangan, dari kesenjangan hokum si kaya dan si miskin, dari moral bejat dan tak senonoh yang diidolakan. Bukankah baik meninggalkan bekas baik walau setitik karena setitik kejahatan hitam bisa menodai putihnya kertas kosong yang tentu akan dilihat karena keburukanya. Kita harus mau dan mampu meninggalkan bekas kebaikan agar anak kita menirukan hal yang sama.
            Tanah ku dalah tanahmu dan kita mempunyai bagian dalam tegaknya tiang yang menyangga beban bangsa yang kita jadikan kewjiban untuk dilakukan tanpa pamrih dan imbalan.

BIAR RINDU



RINDU (Retno Miranti )

Pening ku di ubun-ubun
Memori di akar rimbun
Bukan satu dua tahun
Tanpa sopan dan santun

Ribu ribu dia juta-jutaan
Satu satu dia tanamkan
Mengapa kaca di jelamaan
Kusut di tali-talian

Aku di awal pertemuan
Rindu berada diantaranya
Dan dia menjadi jawaban
Kumpulan ilalang luka

APA DAYA KU ?



APA DAYA (Retno Miranti )

Aku takut berpisah meski melukai ibuku ,ibunya,dan hatiku
Dia tetap prajurit pahlawan karna baju baja dia membaja
Tak usaha selain selain cermin yang ku ingat tiap detil gambarnya
Saat menendang ranjangku
Atau bahkan tanpa menyentuhku
Dia bahkan kasihan saat tidak bisa meluapkan amarahnya
Atau saat kayu ibu dipunggung
Lain lagi cubitan gemas yang berwarna biru
Ataukah saat aku mulai membantah
Dan dia menepuk meja yang hentak
Lalu sendiri aku menangis
Apa usiamu tak bisa menerima anak perempuan ini ?
Apa yang aku tahu ?
Apa daya
Dia tak punya waktu untukku
Waktu agar aku memahaminya
Atau ketika dia mentolerir dan merubah aturanya
Dan aku diberikan rumah besar itu
Bahkan saat dia berusaha sekeras mungkin
Menari dan menyanyi demi lelakinya tetawa
Dia juga malu
Saat gadis kecil yang dulu didudukan di bahunya
Atau bahkan disembunyikan di ketiaknya
Dan sekarang terlihat jelas ketika dia berbohong.

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

TENTANG PENULIS

TENTANG PENULIS
Retno Miranti

Pengikut