Bilang saja kamu rindu


Bilang saja kamu rindu
Sudah , aku sudah tau
Lalu mengapa kamu diam jika sudah tau?
Aku hanya enggan memberikan sebuah harapan

Lalu jika aku sudah bilang apakah ada pertemuan yang mengobatinya?
Lalu kemana hasrat ini untuk segera ku adu?
Bilang saja rindu hanya butuh waktu
Dia akan segera jauh dan menjauhimu

Bila saja kemarin aku hanya sebuah keberadaan sementara kamu jenuh
Bila saja tak sampai diukir disebuah ruang beku
dan ukiranya mudah untuk dihapus hanya dengan kata perpisahanmu
dan kenanganya tak melulu bertahan di setiap kali ingatan memacu

Tak semudah itu rindu di ungkapkan 
Tak baik nantinya untuk selalu digenggam
bukan karena hati terlalu sendu
hanya saja, kau tau
rindu itu tak kenal kemana hatimu berlabuh
sesekali dia tersesat , katanya
pada sesuatu atau seseorang yang tidak boleh dirindukan

katanya pada rindu yang tak akan benar jika bertemu
rindu yang akan menjadi salah jika tak hanya aku yang merindukanya
rindu akan menjadi jahat saat kamu tak mampu berbuat apa-apa
dan rindu menjadi kejam jika kamu terluka saat rindu itu ada

padahal rindu daridulu begitu
padahal rindu selalu saja menjadikanku ragu
dan rindu memang menjadi candu
dan aku masih saja rindu


hey Mom Hey Dad






Aku terlalu menganggap ini mudah
tak seperti malam lain yang terasa cepat
hari ini aku merindukan mereka
entah sekedar memandang mereka bersama

sempat aku membencimu
sempat mengumpat dengan beribu amarah
rasanya hatiku  penuh dengan luka
rasanya tak ada ruang selain penat

lalu jika kalian saling membatu
lalu jika kalian saling membela
lantas siap yang benar dan salah
lalu apa diamku tak berarti

apa kalian lupa akua punya hati juga
apa sekoyak ini rasanya patah hati
apa masih ada alasan untuk tetap ada
apa nanti perjuanganku tak sia sia
sedang yang kuperjuangkan tak utuh

aku yang membuatlukaku
aku yang membuat harapan
aku yang bersalah
dan aku yang akan merasa kesepian

aku tak berkorban dengan tangisku
aku tak selalu baik dengan senyuman
aku kadang menjerit dan kesakitan
aku hanya berharap malam selalu lebih riuh daripada erangku
aku harap kalimat penenang lebih mudah meredakanku

tapi saat rindu
aku cuma butuh tak didengar oranglain
tapi saat sendiri
aku hanya ingin oranglain tak khawatir
tapi saat malam
aku hanya tak ingin teringat kalau aku rindu

aku tak mau otaku mengingat itu
aku harap masih ada pengecualian setiap harapan itu ada
aku  mau setidaknya sekali saja
mereka memahamiku lebih dari kata-kata





Sejak saat itu hanya emosi yang kadang merasuk terlalu jauh
Sejak aku tau hanya pada aku yang benar memiliki kesalahan
Hanya aku yang memperburuk suasana sekitar
Hanya saja aku takpernah benar-benar mampu utarakan menyerah

Satu lagi kata-kata yang ingin aku bagi
Sejak beberapa hari terlelap dengan lelah
Sampai rasanya buat apa bisa melawan
Sedikit lagi aku sampai pada titik jeraku

Sudah ku bilang antara malam dan pagi
lewat suara desahan tangis yang kadang tak terdengar
lewat penatnya otakku yang kadang memanaskan hati
Satu saja aku minta , kuatkan lah hatiku

semuanya tdak akan bak-baik saja 
semuanya akan berjalan sangat mengerikan
lama-lama bukan aku yang berjalan 
bukan aku yang berjuang lagi
tapi hanya emosi dan nafsu lagi 

sedikit saja beri aku rindu
beri aku sedikit ruang untuk ku
beri aku cara menyambut baru
hanya sesenti waktu untuk terlepas
sejenak saja, dan aku bisa kembali

aku tak mau hilang 
aku hanya sudah tak percaya
hanya kehilangan diriku saja
hanya menunggu sampai kapan
terserah

Yang Terjadi





Ada dunia yang sempat aku kira sangat menyenangkan.
ada waktu dimana aku ingin kembali
waktu itu tak akan pernah kembali
kemarin, esok dan seterusnya tetap akan berjalan seperti yang Tuhan gariskan.

manusia tak sepenuhnya tau bagaimana harus bersikap
hanya seperti air mengalir jika tak berotak
lemah sekali dan kadang tanpa isi
seperti kejutan di hari kematian

bila hari ini baik, aku lupa karena apa
dan kalau besok sangat berat aku lupa melakukan apa
bukan karena keadilan Tuhan
bukan karena kasih sayang yang pilih-pilih

kadang baik bagiku untuk menjadi berat
disitulah aku belajar mencari hikmah
kadang begitu berat sehingga aku ingin marah
disitulah aku merasa sangat jatuh

yang terjadi adalah kesadaran untuk menyadarinya
yang terjadi adalah bagaimana kita memahami rasa sakitnya
yang terjadi adalaha bagaimana kita mngatasai rasa sakitnya
dan bukan bagaimana melupakanya

tak ada manusia sempurna. kadang semampunya dia
belum setara dengan kamu.
tak ada yang sama dengan mu, jangan beri dia penyelesaian yang memaksa
tak ada yang tau apa yang terjadi pada diri manusia itu

bahkan ketika tangisnya adalah tangis yang tidak mudah di teteskan
bahkan ketika tawanya mnejadi sangat berharga
bahkan ketika dia tertawa adalah pertahanan yang paling dia kuasai
kita tak tau yang terjadi sekali lagi

Sekedar Menyapa



Pagi Buta saja , menyela waktu untuk menyangga dagu
sesekali kilatan permata lewat tirai terbuka menguasai mata
bahkan kerang berayun tak sekedaa pengusik serakah
lelah layu bunga ditaman belantara. 

dua kali deringan lonceng perak bertali kuning
lagi berbunyi begitu meriah bersama sautan suaramu
baiklah aku tak perlu membendung rindu lagi
sayap semakin patah jika air mataku ku sembunyikan disana

besok lagi saja, aku mau menuai kekesalan atas penyesalanku
baik hatimu memburu kebenaran yang tak sesuai dengan kenyataan
itulah harapan yang kau buat, 
sebenarnya andai bukan lah sesuatu pemenuhan bagimu

taruhlah semua yang kau namakan rasa kasihan. 
dan jangan biarkan itu tumbuh kembali
karna itulah alasanmu untuk meloncengkan pintuku
sekedar menyapa? apa seseorang paling teraniaya berkat sapaan?

kau tanya begitu. dan ku jawab benar !
jadi menyapa bukan sebuah jawaban atas peduli
lenggang saja keluar bumi lainkali
jangan menyapa coba ku kelabuhi kau
sebenarnya kamulah yang merindukanku

biar pantai itu segersang-gersangnya harapan
sepedih-pedihnya jalan menyapa malam
segelisah hati menuju pagi

Biar Aku Saja







Dan biar pagi yang bisa sungkan menyembunyikan mentari
aku tetap terjaga meski berulah jua di hati
seakan sesekali memuncak ari mataku ketika pagi
aku padamkan mentari yang berkobar melalui sunyi

tak ada kokok ayam yang menyaut.
satu dua satu dua kaki kaki manusia saja
yang semakin serakah mengais kebahagiaan
aku iri, aku sesekali menyesap sesal pula

biar tak sangkar sempit yang merongrong
namun jiwaku masih meronta di tebing curam
tak ada air untuk ku basuh sebagian kelam
tak ada dik, sesekali saja kau insyaf lalu kau ulangi

mau apalagi , aku sudah hijrah  kemarin
tak ada lagi sekedar menyentuhmu, wahai adik
dengan rindu saja aku coba pertahankan keyakinanku
sesekali saja aku memikirkan betapa beruntung saat itu

coba ku tau, kalau membuatmu diakui adalah keharusan
tak akan ada sesal kemudian, marak sudah lukanya
nian beku dan kaku usai kau pergi
aku yang akan menanggung pilunya dunia

dan engkau kembali saja pada yang kuasa 
dan sepertiga malamku didunia untuk mendoakanmu,

surakarta 23 Februari 2018 00.27

KAU TAU buah perasaan saat bersamamu



semenjak lalu setelah bepergian di kesenangan
saat itu aku mulai merindu rupa seseorang
begitu enak dipandang dan menenangkan
sesekali cemburu pada sekedar sayang

tau kah semacam ini baru namanya kehilangan
saat ikhlas sulit kali di bayangkan
meriuh sesekali dan kemudian tenang
karena belum ikhlas ada di tangan

karna hanya ada satu kamu
karna hanya ada kamu
dan cuma kamu yang begitu
bukan semua yang ada tapi kamu

haru 


AKU YANG KECIL

AKU
selalu terbangun saat matahari belum tinggi. kandang ayam dan dapur yang menjadi satu menjadi tempat favoritku untuk terlelap kembali. ahhh benar , nikmat sekali hangat yang keluar dari tungku nenek. bisa menghangatkan pagi itu. berkali-kali aku emmandang api sesekali melihat nenek ku yang menyibukan diri dengan biji-biji kedelainya.
saat mengingat itu benar dulu itu, kalau hanya untuk makan dan menyenangkan cucumu ini benar sangat mudah kan nek?
cukup dengan makan dan kehangatan pelukan tiapkali aku akan terlelap. 

" cepat mandi, trus ganti baju berangkat sekolah. sarapan nya telur ya ? mau ?
" iya, berjalan ke kolah (bahasa jawa kamar mandi) dengan sedikit malas kemudian tertegun melihat ayam yang sudah lebih dahulu diberi makan, atau melihat nenek tetangga yang sibuk mencari ranting.
" pengen buang air besar to nak ? kok malah nongkrong disitu? "

kalau belum nenek marah belum juga aku berdiri.
hampir setiap pagi Bibiku yang membantuku bersiap-siap. muali dari baju, bedak, sepatu sampai tas dan sebagainya. dan karna potongan rambutku yang seperti lelaki maka tak perlu waktu lama untuk menyisir dan tak perlu di ikat atau dikepang.

" buruan dimakan , nanti di tinggal lho kalo lama-lama. 
hampir sama dengan anak-anak lainya, saat lauk enak maka waktu makan juga jadi cepat tapi kalau lauk sedang tak enak maka tak jarang jadi malas-malasan. 
Dulu uang 100 rupiah sudah sangat berharga bagiku, 100 rupiah dapat permen 2 dan roti. jika saku ditambah 100 rupiah lagi, bisa beli makan sekenyangnya.

" mau permen coklat? permen asam apa jahe? apa gulali? 

dari banyak makanan yang dijual tapi aku lebih suka bakso. hehehe
itu adalah makanan spesial menurutku. 
Suatu hari aku bosan bermain bongkar pasang ataupun susun kubus, akhirnya aku keluar dan bermain perosotan, tapi sama saja aku bosan. lalu ada ayunan kosong dan langsung saja aku pakai, menurutku ayunan seperti memainkan aliran darahku, terbang itu menyenangkan tapi ketika terjatuh juga lebih menyakitkan. apalagi terjatuh karena tendangan, jelas saja aku ingat waktu itu, walaupun sudah hammpir 16 tahun yang lalu. karena berebut ayunan dengan temanku, 

" gantian dong kamu kan sudah lama !
" aku baru saja memakai ini, carilah permainan lain

lalu karna aku keasyikan dengan ayunan itu, satu hal menyakitkan hehe mungkin akan selalu terkenang dengan  baik oleh otak kita. aku lupa daengan nama temanku itu tapi ketika ayunan ku sudah pelan karna ingin turun dia menendang perut ku, spontan aku terjatuh kebelakang dan kepalaku terlebih dahulu yang menyentuh tanah. fikirku ingin menangis sejadi-jadinya karena memang sakit sekali tapi, karna teman-temanku malah memojokan sipelaku, aku merasa kasihan , toh rasanya tidak sesakit saat jatuh dari pohon mete di kebun. hanya saja sesak sesat diperut membuatku ingin muntah.

kemudian pelau menangis dan minta diantar pulang, tapi akhirnya berhasil dibujuk ibu guru untuk mengikuti kelas terlebih dahulu, aku lupa apakah akhirnya dia meminta maaf atau kita saling berjabat tapi satu hal yang paling kusuka, karna masa kecil adalah dimana kita sangat logis untuk membenci, menangis, menyukai, merasakan sakit dan bahagia kembali. 

hal yang sering kulakukan adalah, malu dan tak pernah ambil pusing siapa yang akan menganggapku karna bagiku, saat nenek ku memberiku makan adalah hal yang sangat berharga dan membahagiakan.
" capek nggak main nya? sini tak pijitin.
" kalo makan yang banyak, di suapin yang cepet kerjaan nenek banyak
" jajan nya di plastik deket meja, ya
" kalo sudah waktunya mandi ambil handuk sama baju ganti, mandinya di kali.(mbelik) sumber air 

bersyukurlah saat kenangan itu belum termakan usia, bersyukurlah saat kamu bisa lenih cepat menggunakan hati untuk merasa berterimaksih dan memaafkan. karna pelajaran apapun yang kita dapatkan disekolah lewat ribuan huruf dan angka akan terkalahkan dengan pelajaran sikap dari orang-orang di sekitar kita.

" Orang itu harus Rajin kalau ingin hidup enak. yang bekerja keras saja kadang masih kesusahan "
- N E N E K-





Perkenalan Ku




Berusia 20 bukan suatu fase yang mudah bagi saya.
menjadi anak sulung perempuan dengan satu adik laki-laki juga bukan pekara yang mudah bagi saya. dan termasuk bagaimana saya menggambarkan diri saya, ternyata memahami diri sendiri tu tidak semudah itu. karna apa yang kita lakukan adalah berkaca pada tiap hal yang telah kita lakukan sebelumnya dan apa yang akan kita capai selanjutnya.
Saya seorang penikmat puisi, bisa berpuisi 
saya seorang mahasiswa dengan keyakinan yang kadang masih mudah untuk di padamkan.
saya mempunyai hobi membaca dan menulis. 
saya bukan orang yang sukar bergaul akan tetapi lebih suka dia, saat perkenalan
saya bisa menjadi manja, egois, rendah hati, tergantung kepentingan yang saya inginkan.
saya belajar di Universitas Slamet Riyadi Surakarta, sejak tahun 2014 menempuh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. 
hal yang mudah bagi saya adalah Lupa dan hal tersulit bagi saya adalah marah.
saya tidak biasa meluapkan perasaan saya yang sesungguhnya melalui sikap saya.
Saya tidak pernah mengklasifikasikan lingkungan seperti apa yang akan menjadi pilihan saya atau yang harus saya tinggali, karna menurut saya dimanapun saya berada saya harus bisa memposisikan dengan kapasitas dan kepentingan saya
hal yang paling berharga bagi saya adalah perasaan syukur, dan orang yang paling berharga yang mengajarkan hal tersebut adalah keluarga saya
saya suka bertemu dengan orang dan lingkungan baru, dan saya lenih suka bekerja di luar ruangan daripada di dalam ruangan.
saya suka semua warna , namun yang paling saya suka adalah biru
hal yang kurang bisa saya jaga adalah mood , 
dan seperti saat saya sedang menulis ini, saya sedang dalam mood yang cukup bagus. dan untuk tulisan-tulisan saya selanjutnya bisa dilihat seperti apa kondisi mood saya 
karna saya cenderung menuliskan apa yang sedang saya rasakan daripada mengungkapkanya lewat lisan.
terimakasih

DIA

Aku ingin mengatakan aku rindu sekali saja , bukan karna kau malu menjadi batu
tapi kesudahan ini cepatlah berlalu
aku ingin sesekali bukan hanya waktu yang menjadikan kita beda
aku harap selalu ada jarak diantara kita
sesekali, sekaligus, aku pernah terluka bukan.
karna mulutmu, dan karna aku rindu
pada apa yang bukan semestinya dirindukan.

bukan sekejap lalu , bukan itu maksudku
bukan dengan kerasnya kepala yang mengganggu
tapi sedikit saja waktu bisa ku tuju
maka akan kuputar pada saaat kita bisa bertemu

sesekali malam perlu tau siapa sebenarnya aku
siapa yang menemaninya menjemput hari baru
kenapa dia bertahan meski terlalu beku
dan mengapa pergi padahal layu dan butuh kamu

sesekali dia menoleh dan ketakutan, terpaku
dan kedua kali nya dia merayu bahkan tak malu
lalu jika aku pergi , maka kau akan rindu
dia, yang namanya bukan sebuah kewajiban untuk ku tau

Retno Miranti

Artikel cinta tanah air

         
Cinta Indonesia dari Tanah Kita.
            Indonesia adalah sebuah Negara agraris yang berkepulauan dari sabang sampa merauke. Dari jumlah pulau yang beribu-ribu, jarak ratusan bahkan jutaan mil yang membentang berbagai kekayaan. Kekayaan alam, budaya, satwa, dan manusia tentunya. Apa benar 70 tahun Indonesia merdeka ? . Saat ribuan orang yang bisa berbicara masih memprotes darn ribuan alam yang diam menderita, serta ribuan rencana besar yang kadang hanya menjadi slogan.
            Bagaimana kita bisa menciptakan perubahan itulah yang selalu di gadang. Coba bayangkan jika hanya satu orang yang berada pada pagelaran sendratari Ramayana,, apa bisa satu orang memerankan banyak karakter secara bersamaan ? tentu tidak. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk Negara kita Indonesia ?
            Ingat kita mempunyai tempat berpijak yang kadang terlupa oleh keinginan menggembara di Negara orang lain. Disinilah dimana kita hendak memuali cinta, memulai tumbuh dan hidup untuk bisa bersaing dengan dunia yang katanya memang sangat keras. Jika di ladang sendiri dipuja orang lain dan membuat iri bangsa tetangga  mengapa kita tak harus bangga dan berlomba-lomba untuk meninggalkanya untuk bangsa asing. Apa salah ? tentu benar pernytaan tersebut. Saat Indonesia akan merdeka seluruh pejuang mati-matian mengumpulakan massa membangun bneteng kuat yang bisa digunakan untuk berlindung, meskipun akhirnya darah dan keringat mereka juga menjadi semen untuk benteng-benteng yang berpondasi semangat kebebasan dan kemerdekaan, namun adanya faham Go Internasional yang kuat mempengaruhi cara pandang yang merupakan alat utama penentuan nasib seseorang  menjadi boomerang bagi kita sendiri. Sudah sukses lalu tergiur dengan kehidupan diluar negeri itulah kenyataanya.
            “Bangsa yang kaya potensi seakan lemah karena lumpuhnya pemerintahan yang berjalan “ apa  benar seperti itu ? kenapa kita hanya memberikan beban jutaan jiwa dan jutaan mil wilayah laut dan darat pada stu gedung orang yang biasa kita caci maki ? “ well done is better than well said ‘ Benyamin Franklin “ dilakukan dengan baik jauh lebih baik daripada dikatakan dengan baik. Jika kita sadar dan mau membuka cermin dan melihat dengan jelasa satu persatu , tentu banyak dari dalam diri kita yang bisa kita perbaiki jika terdapat kekurangan dan mengunakan apa yang bisa berguna bagi orang lain.
            Kita hidup di tanah air yang dimana terdapat banyak adat yang berkembang , banyak system yang berjalan dalam masyarakat. Banyak petuah orangtua yang kadang kita lupakan. Sebagai generasi yang muda kita di tempa dan di godok agar mempunyai ilmu yang banyak dan segudang untuk bekal meraih cita-cita kita. Agar tidak sama dengan cara pikir orange-orang terdahulu, lalu apa guna para eteran yang mempunyai nadi dalam sejarah perjuangan? Indonesia Negara pancasial dengan banyak keragaman namun tetap satu “Bhineka Tunggal Ika “ ada yang baik kita ambil dan ada yang salah kita buang. Sebenarnya ini adalah masalah waktu penggunaanya dan jaman penjajahan mempunyai strategi berjuang sesuai dengan masa itu, dan sekarang kita juga harus mempunyai strategi tempur sesui jaman yang sedang kita hadapi.
            Indonesia slalu di puja-puja akan nusantara yang elok dan indah. Jawa, Kalimantan, sumatera, Bali, Papua, Sulawesi dst. Bangun Indonesia dari tempat mu berpijak, satu tindakan nyata bisa menyelamatkan Negara kita dari penjajahan bangsa lain. Dari korupsi kolusi dan nepotisme akut yang berkepanjangan, dari kesenjangan hokum si kaya dan si miskin, dari moral bejat dan tak senonoh yang diidolakan. Bukankah baik meninggalkan bekas baik walau setitik karena setitik kejahatan hitam bisa menodai putihnya kertas kosong yang tentu akan dilihat karena keburukanya. Kita harus mau dan mampu meninggalkan bekas kebaikan agar anak kita menirukan hal yang sama.
            Tanah ku dalah tanahmu dan kita mempunyai bagian dalam tegaknya tiang yang menyangga beban bangsa yang kita jadikan kewjiban untuk dilakukan tanpa pamrih dan imbalan.

BIAR RINDU



RINDU (Retno Miranti )

Pening ku di ubun-ubun
Memori di akar rimbun
Bukan satu dua tahun
Tanpa sopan dan santun

Ribu ribu dia juta-jutaan
Satu satu dia tanamkan
Mengapa kaca di jelamaan
Kusut di tali-talian

Aku di awal pertemuan
Rindu berada diantaranya
Dan dia menjadi jawaban
Kumpulan ilalang luka

APA DAYA KU ?



APA DAYA (Retno Miranti )

Aku takut berpisah meski melukai ibuku ,ibunya,dan hatiku
Dia tetap prajurit pahlawan karna baju baja dia membaja
Tak usaha selain selain cermin yang ku ingat tiap detil gambarnya
Saat menendang ranjangku
Atau bahkan tanpa menyentuhku
Dia bahkan kasihan saat tidak bisa meluapkan amarahnya
Atau saat kayu ibu dipunggung
Lain lagi cubitan gemas yang berwarna biru
Ataukah saat aku mulai membantah
Dan dia menepuk meja yang hentak
Lalu sendiri aku menangis
Apa usiamu tak bisa menerima anak perempuan ini ?
Apa yang aku tahu ?
Apa daya
Dia tak punya waktu untukku
Waktu agar aku memahaminya
Atau ketika dia mentolerir dan merubah aturanya
Dan aku diberikan rumah besar itu
Bahkan saat dia berusaha sekeras mungkin
Menari dan menyanyi demi lelakinya tetawa
Dia juga malu
Saat gadis kecil yang dulu didudukan di bahunya
Atau bahkan disembunyikan di ketiaknya
Dan sekarang terlihat jelas ketika dia berbohong.

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

TENTANG PENULIS

TENTANG PENULIS
Retno Miranti

Pengikut